Prancis Kalahkan Senegal 3-1: Mbappé Pecahkan Rekor, Les Bleus Menang Setelah Diuji Lions of Teranga
Pertandingan Grup I Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Senegal membawa nuansa yang berbeda sejak awal. Ini bukan sekadar laga pembuka, tetapi pertemuan ulang yang sarat sejarah sejak kejutan besar tahun 2002 ketika Senegal mengalahkan juara bertahan Prancis. Dua puluh empat tahun kemudian, konteks berubah: Prancis datang sebagai salah satu favorit juara, sementara Senegal hadir sebagai kekuatan Afrika yang jauh lebih matang dan berpengalaman.
Meski pada akhirnya menang 3-1, Prancis tidak mendapat jalan mudah. Babak pertama justru memperlihatkan Senegal tampil lebih berani dari yang diperkirakan. Mereka menekan tinggi, memenangkan duel fisik, dan beberapa kali membuat lini belakang Les Bleus kehilangan ritme. Ismaïla Sarr memperoleh peluang besar yang sempat membuat kubu Prancis tegang, tetapi gagal mengubahnya menjadi gol pembuka.
Prancis sendiri terlihat belum sepenuhnya nyaman selama 45 menit pertama. Struktur permainan masih terlalu lambat dan serangan beberapa kali terputus sebelum memasuki area akhir. Ousmane Dembélé dan Désiré Doué sempat mencoba membuka ruang, tetapi Senegal mampu menjaga organisasi pertahanan dengan disiplin dan memaksa pertandingan tetap imbang saat turun minum.
Perubahan besar terjadi setelah jeda. Didier Deschamps melakukan penyesuaian dengan memberi peran lebih sentral kepada Michael Olise. Dampaknya langsung terasa. Kreativitas Prancis meningkat dan serangan mulai mengalir lebih cepat ke area berbahaya. Olise menjadi penghubung utama yang mengubah ritme pertandingan.
Momen yang mengubah malam itu datang pada menit ke-66. Michael Olise menemukan ruang dan mengirim umpan yang dimanfaatkan sempurna oleh Kylian Mbappé. Gol tersebut bukan sekadar membuka keunggulan Prancis — itu juga membuat Mbappé melewati rekor pencetak gol tim nasional Prancis yang sebelumnya dipegang Olivier Giroud. Dengan gol tersebut, Mbappé mencapai 58 gol internasional dan resmi menjadi top skor sepanjang masa Les Bleus.
Setelah memecah kebuntuan, Prancis mulai terlihat seperti tim favorit juara. Tempo meningkat, pergerakan antarlini menjadi lebih cair, dan Senegal mulai dipaksa bertahan lebih dalam. Gol kedua lahir dari fase dominasi tersebut dan membuat Prancis semakin nyaman mengontrol pertandingan. Meski begitu, Senegal tidak kehilangan keberanian dan tetap mencoba menyerang melalui transisi cepat.
Senegal akhirnya mendapat hadiah atas keberanian mereka melalui gol Mbaye yang memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Gol itu sempat membuka kembali harapan untuk comeback dan membuat menit-menit akhir menjadi jauh lebih hidup. Bahkan Senegal nyaris mencetak satu gol tambahan yang akhirnya tidak disahkan setelah teknologi garis gawang menunjukkan bola belum sepenuhnya melewati garis.
Ketika Senegal mulai mengambil risiko lebih besar, ruang terbuka di belakang pertahanan mereka. Mbappé kembali muncul pada masa tambahan waktu dan mencetak gol keduanya malam itu untuk memastikan kemenangan 3-1. Gol tersebut menutup pertandingan sekaligus mempertegas bahwa Prancis masih menjadi salah satu kandidat terkuat di turnamen ini.
Bagi Prancis, kemenangan ini memberikan awal ideal meski menyisakan catatan bahwa mereka masih bisa kesulitan menghadapi tim yang bermain agresif dan disiplin. Bagi Senegal, kekalahan ini justru memberi optimisme karena performa mereka menunjukkan bahwa mereka tetap mampu bersaing dan belum keluar dari persaingan menuju fase gugur.
Ringkasan Pertandingan
Prancis 3–1 Senegal
Pencetak Gol:
Kylian Mbappé — Prancis (60 , 96)
Bradley BARCOLA- Prancis (82)
Ibrahim MBAYE — Senegal (95)
Stadion: New York New Jersey Stadium, East Rutherford
Kompetisi: strong>FIFA World Cup 2026 – Grup I
Momen Kunci: Pergeseran peran Michael Olise pada babak kedua mengubah alur pertandingan. Mbappé mencetak dua gol, memecahkan rekor gol sepanjang masa tim nasional Prancis, dan membawa Les Bleus memulai Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan meski sempat mendapat tekanan besar dari Senegal.
Sumber : reuters.com, skysports.com, optaanalys.com. theguardian.com
Meski pada akhirnya menang 3-1, Prancis tidak mendapat jalan mudah. Babak pertama justru memperlihatkan Senegal tampil lebih berani dari yang diperkirakan. Mereka menekan tinggi, memenangkan duel fisik, dan beberapa kali membuat lini belakang Les Bleus kehilangan ritme. Ismaïla Sarr memperoleh peluang besar yang sempat membuat kubu Prancis tegang, tetapi gagal mengubahnya menjadi gol pembuka.
Prancis sendiri terlihat belum sepenuhnya nyaman selama 45 menit pertama. Struktur permainan masih terlalu lambat dan serangan beberapa kali terputus sebelum memasuki area akhir. Ousmane Dembélé dan Désiré Doué sempat mencoba membuka ruang, tetapi Senegal mampu menjaga organisasi pertahanan dengan disiplin dan memaksa pertandingan tetap imbang saat turun minum.
Perubahan besar terjadi setelah jeda. Didier Deschamps melakukan penyesuaian dengan memberi peran lebih sentral kepada Michael Olise. Dampaknya langsung terasa. Kreativitas Prancis meningkat dan serangan mulai mengalir lebih cepat ke area berbahaya. Olise menjadi penghubung utama yang mengubah ritme pertandingan.
Momen yang mengubah malam itu datang pada menit ke-66. Michael Olise menemukan ruang dan mengirim umpan yang dimanfaatkan sempurna oleh Kylian Mbappé. Gol tersebut bukan sekadar membuka keunggulan Prancis — itu juga membuat Mbappé melewati rekor pencetak gol tim nasional Prancis yang sebelumnya dipegang Olivier Giroud. Dengan gol tersebut, Mbappé mencapai 58 gol internasional dan resmi menjadi top skor sepanjang masa Les Bleus.
Setelah memecah kebuntuan, Prancis mulai terlihat seperti tim favorit juara. Tempo meningkat, pergerakan antarlini menjadi lebih cair, dan Senegal mulai dipaksa bertahan lebih dalam. Gol kedua lahir dari fase dominasi tersebut dan membuat Prancis semakin nyaman mengontrol pertandingan. Meski begitu, Senegal tidak kehilangan keberanian dan tetap mencoba menyerang melalui transisi cepat.
Senegal akhirnya mendapat hadiah atas keberanian mereka melalui gol Mbaye yang memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Gol itu sempat membuka kembali harapan untuk comeback dan membuat menit-menit akhir menjadi jauh lebih hidup. Bahkan Senegal nyaris mencetak satu gol tambahan yang akhirnya tidak disahkan setelah teknologi garis gawang menunjukkan bola belum sepenuhnya melewati garis.
Ketika Senegal mulai mengambil risiko lebih besar, ruang terbuka di belakang pertahanan mereka. Mbappé kembali muncul pada masa tambahan waktu dan mencetak gol keduanya malam itu untuk memastikan kemenangan 3-1. Gol tersebut menutup pertandingan sekaligus mempertegas bahwa Prancis masih menjadi salah satu kandidat terkuat di turnamen ini.
Bagi Prancis, kemenangan ini memberikan awal ideal meski menyisakan catatan bahwa mereka masih bisa kesulitan menghadapi tim yang bermain agresif dan disiplin. Bagi Senegal, kekalahan ini justru memberi optimisme karena performa mereka menunjukkan bahwa mereka tetap mampu bersaing dan belum keluar dari persaingan menuju fase gugur.
Ringkasan Pertandingan
Prancis 3–1 Senegal
Pencetak Gol:
Kylian Mbappé — Prancis (60 , 96)
Bradley BARCOLA- Prancis (82)
Ibrahim MBAYE — Senegal (95)
Stadion: New York New Jersey Stadium, East Rutherford
Kompetisi: strong>FIFA World Cup 2026 – Grup I
Momen Kunci: Pergeseran peran Michael Olise pada babak kedua mengubah alur pertandingan. Mbappé mencetak dua gol, memecahkan rekor gol sepanjang masa tim nasional Prancis, dan membawa Les Bleus memulai Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan meski sempat mendapat tekanan besar dari Senegal.
Sumber : reuters.com, skysports.com, optaanalys.com. theguardian.com