Norwegia Hajar Irak 4-1 di Piala Dunia 2026: Haaland Bersinar, Viking Putih Langsung Pimpin Persaingan Grup I
Norwegia membuka kampanye Piala Dunia 2026 dengan hasil yang hampir sempurna setelah menaklukkan Irak 4-1 pada laga perdana Grup I di Gillette Stadium, Foxborough, Amerika Serikat. Kemenangan ini menjadi momen bersejarah karena menandai kembalinya Norwegia ke panggung Piala Dunia setelah absen sejak edisi 1998.
Sejak menit awal, tim asuhan Ståle Solbakken tampil sesuai prediksi banyak analis: agresif, langsung menyerang ruang, dan memaksimalkan kualitas individu di lini depan. Nama yang paling disorot tentu Erling Haaland. Penyerang Norwegia itu membuka skor lebih dulu dan langsung mengubah atmosfer pertandingan menjadi milik tim Skandinavia. Sebelum laga dimulai, Norwegia memang datang dengan status unggulan berkat performa impresif sepanjang fase kualifikasi.
Namun Irak tidak datang hanya sebagai pelengkap. Tim yang kembali tampil di Piala Dunia setelah penantian panjang menunjukkan organisasi permainan yang rapi dan keberanian menyerang saat mendapat ruang. Momentum mereka datang menjelang akhir babak pertama ketika berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan Hussein yang memanfaatkan situasi bola silang dengan sangat baik. Gol tersebut membuat pertandingan kembali terbuka dan sempat menumbuhkan harapan kejutan di Grup I.
Sayangnya bagi Irak, titik balik pertandingan justru hadir beberapa saat setelah gol penyama. Ketika mencoba membangun serangan dari belakang, terjadi kesalahan fatal dalam distribusi bola. Norwegia membaca situasi dengan cepat dan Haaland memanfaatkan peluang tersebut untuk mencetak gol keduanya sekaligus mengembalikan keunggulan tepat sebelum turun minum. Gol itu menjadi pukulan psikologis yang sangat besar bagi Irak.
Memasuki babak kedua, Norwegia bermain lebih sabar dan mulai mengontrol tempo. Mereka tidak lagi terburu-buru menyerang, tetapi tetap berbahaya melalui bola-bola udara dan transisi cepat. Irak masih sempat menciptakan beberapa fase menyerang yang cukup menjanjikan, namun penyelesaian akhir dan kualitas bertahan menghadapi duel fisik menjadi pembeda utama.
Gol ketiga Norwegia akhirnya datang pada menit-menit akhir pertandingan melalui Leo Østigård yang memenangkan duel udara di kotak penalti. Situasi bola mati kembali menunjukkan keunggulan fisik dan organisasi Norwegia. Setelah itu, tekanan berlanjut hingga tercipta gol keempat yang tercatat sebagai gol bunuh diri setelah serangan dan tekanan intens dari lini tengah Norwegia.
Walau skor akhir terlihat timpang, jalannya pertandingan sebenarnya lebih kompetitif dibanding angka di papan skor. Irak memperlihatkan kualitas teknis dan keberanian bermain yang cukup menjanjikan. Dalam beberapa fase pertandingan, mereka bahkan mampu memaksa Norwegia bertahan lebih dalam. Namun pada level Piala Dunia, kesalahan kecil sering kali langsung dibayar mahal.
Kemenangan 4-1 ini memberi modal besar bagi Norwegia dalam persaingan Grup I yang juga dihuni Prancis dan Senegal. Selisih gol berpotensi menjadi faktor penting menuju fase gugur. Di sisi lain, Irak masih memiliki peluang bangkit, tetapi laga berikutnya akan menjadi ujian yang jauh lebih berat untuk menjaga asa lolos.
Bagi Norwegia sendiri, hasil ini memperkuat narasi bahwa generasi Haaland dan Martin Ødegaard tidak datang ke Amerika Utara sekadar meramaikan turnamen. Mereka mengirim pesan sejak pertandingan pertama: Norwegia siap menjadi salah satu tim yang layak diperhitungkan di Piala Dunia 2026.
Ringkasan Pertandingan
Irak 1–4 Norwegia
Pencetak Gol:
Erling Haaland — Norwegia (14)
Aymen Hussein — Irak (37)
Erling Haaland — Norwegia (45+2)
Leo Østigård — Norwegia (78)
Ali Faez (gol bunuh diri) — Irak (90+1)
Stadion: Gillette Stadium
Kompetisi: strong>FIFA World Cup 2026 – Grup I
Momen Kunci: PIrak sempat membuat laga kembali hidup lewat sundulan Aymen Hussein yang menyamakan skor setelah tertinggal lebih dulu dari Erling Haaland. Namun momentum berubah tepat sebelum jeda ketika Norwegia memanfaatkan kesalahan saat Irak membangun serangan dari belakang dan Haaland mencetak gol keduanya. Pada babak kedua, dominasi fisik dan efektivitas bola mati Norwegia menghasilkan gol tambahan dari Leo Østigård sebelum tekanan akhir memaksa terciptanya gol bunuh diri yang memastikan kemenangan telak 4–1.
Sumber : reuters.com, nypost.com, fifa.com. theguardian.com
Sejak menit awal, tim asuhan Ståle Solbakken tampil sesuai prediksi banyak analis: agresif, langsung menyerang ruang, dan memaksimalkan kualitas individu di lini depan. Nama yang paling disorot tentu Erling Haaland. Penyerang Norwegia itu membuka skor lebih dulu dan langsung mengubah atmosfer pertandingan menjadi milik tim Skandinavia. Sebelum laga dimulai, Norwegia memang datang dengan status unggulan berkat performa impresif sepanjang fase kualifikasi.
Namun Irak tidak datang hanya sebagai pelengkap. Tim yang kembali tampil di Piala Dunia setelah penantian panjang menunjukkan organisasi permainan yang rapi dan keberanian menyerang saat mendapat ruang. Momentum mereka datang menjelang akhir babak pertama ketika berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan Hussein yang memanfaatkan situasi bola silang dengan sangat baik. Gol tersebut membuat pertandingan kembali terbuka dan sempat menumbuhkan harapan kejutan di Grup I.
Sayangnya bagi Irak, titik balik pertandingan justru hadir beberapa saat setelah gol penyama. Ketika mencoba membangun serangan dari belakang, terjadi kesalahan fatal dalam distribusi bola. Norwegia membaca situasi dengan cepat dan Haaland memanfaatkan peluang tersebut untuk mencetak gol keduanya sekaligus mengembalikan keunggulan tepat sebelum turun minum. Gol itu menjadi pukulan psikologis yang sangat besar bagi Irak.
Memasuki babak kedua, Norwegia bermain lebih sabar dan mulai mengontrol tempo. Mereka tidak lagi terburu-buru menyerang, tetapi tetap berbahaya melalui bola-bola udara dan transisi cepat. Irak masih sempat menciptakan beberapa fase menyerang yang cukup menjanjikan, namun penyelesaian akhir dan kualitas bertahan menghadapi duel fisik menjadi pembeda utama.
Gol ketiga Norwegia akhirnya datang pada menit-menit akhir pertandingan melalui Leo Østigård yang memenangkan duel udara di kotak penalti. Situasi bola mati kembali menunjukkan keunggulan fisik dan organisasi Norwegia. Setelah itu, tekanan berlanjut hingga tercipta gol keempat yang tercatat sebagai gol bunuh diri setelah serangan dan tekanan intens dari lini tengah Norwegia.
Walau skor akhir terlihat timpang, jalannya pertandingan sebenarnya lebih kompetitif dibanding angka di papan skor. Irak memperlihatkan kualitas teknis dan keberanian bermain yang cukup menjanjikan. Dalam beberapa fase pertandingan, mereka bahkan mampu memaksa Norwegia bertahan lebih dalam. Namun pada level Piala Dunia, kesalahan kecil sering kali langsung dibayar mahal.
Kemenangan 4-1 ini memberi modal besar bagi Norwegia dalam persaingan Grup I yang juga dihuni Prancis dan Senegal. Selisih gol berpotensi menjadi faktor penting menuju fase gugur. Di sisi lain, Irak masih memiliki peluang bangkit, tetapi laga berikutnya akan menjadi ujian yang jauh lebih berat untuk menjaga asa lolos.
Bagi Norwegia sendiri, hasil ini memperkuat narasi bahwa generasi Haaland dan Martin Ødegaard tidak datang ke Amerika Utara sekadar meramaikan turnamen. Mereka mengirim pesan sejak pertandingan pertama: Norwegia siap menjadi salah satu tim yang layak diperhitungkan di Piala Dunia 2026.
Ringkasan Pertandingan
Irak 1–4 Norwegia
Pencetak Gol:
Erling Haaland — Norwegia (14)
Aymen Hussein — Irak (37)
Erling Haaland — Norwegia (45+2)
Leo Østigård — Norwegia (78)
Ali Faez (gol bunuh diri) — Irak (90+1)
Stadion: Gillette Stadium
Kompetisi: strong>FIFA World Cup 2026 – Grup I
Momen Kunci: PIrak sempat membuat laga kembali hidup lewat sundulan Aymen Hussein yang menyamakan skor setelah tertinggal lebih dulu dari Erling Haaland. Namun momentum berubah tepat sebelum jeda ketika Norwegia memanfaatkan kesalahan saat Irak membangun serangan dari belakang dan Haaland mencetak gol keduanya. Pada babak kedua, dominasi fisik dan efektivitas bola mati Norwegia menghasilkan gol tambahan dari Leo Østigård sebelum tekanan akhir memaksa terciptanya gol bunuh diri yang memastikan kemenangan telak 4–1.
Sumber : reuters.com, nypost.com, fifa.com. theguardian.com