⚽ World Cup 2026 Portal

📊 Fantasy Hub Captain Picks Differential Picks FDR Rankings
🔥 Differential Pick dengan ownership rendah →

Brasil Bangkit dan Kalahkan Haiti 3-0 di Piala Dunia 2026: Matheus Cunha Tampil Tajam, Selecao Ambil Alih Grup C

| 12 views

Brasil Bangkit dan Kalahkan Haiti 3-0 di Piala Dunia 2026: Matheus Cunha Tampil Tajam, Selecao Ambil Alih Grup C
Brasil akhirnya menemukan ritme yang mereka cari di Piala Dunia 2026. Setelah ditahan Maroko pada laga pembuka, tim asuhan Carlo Ancelotti merespons dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Haiti pada pertandingan kedua Grup C di Philadelphia. Hasil ini mengangkat Brasil ke papan atas grup dan mengembalikan status mereka sebagai salah satu favorit turnamen.

Sebelum pertandingan, Ancelotti membuat dua perubahan penting dalam susunan pemain. Matheus Cunha dipercaya memimpin lini depan, sementara Danilo kembali masuk ke sektor pertahanan. Perubahan tersebut memberi dimensi berbeda pada serangan Brasil yang pada pertandingan sebelumnya dinilai terlalu lambat dan mudah diprediksi.

Sejak menit awal, Brasil mendominasi penguasaan bola dan menekan Haiti dengan struktur menyerang yang lebih agresif. Namun dominasi tersebut sempat belum menghasilkan peluang benar-benar bersih karena Haiti bertahan cukup disiplin dan berani melakukan transisi cepat ketika mendapat ruang. Meski berada di bawah tekanan, wakil Karibia itu tetap menunjukkan keberanian seperti ketika menghadapi Skotlandia pada laga pertama.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-23. Vinícius Júnior melakukan penetrasi dan melepaskan tembakan yang gagal diamankan sempurna oleh penjaga gawang Haiti. Bola liar langsung disambar Matheus Cunha untuk membawa Brasil unggul 1-0. Gol tersebut menjadi titik perubahan karena setelah itu Brasil bermain jauh lebih tenang dan percaya diri.

Cunha kembali mencuri perhatian pada menit ke-36 melalui aksi individu yang menjadi salah satu momen terbaik pertandingan. Menerima bola di depan kotak penalti, ia melewati pengawalan dan menyelesaikan peluang dengan tembakan presisi untuk menggandakan keunggulan Brasil. Brace tersebut sekaligus menjawab kepercayaan Ancelotti yang memasangnya sejak awal.

Saat Haiti mencoba bertahan hingga jeda, Brasil memberikan pukulan tambahan pada masa injury time babak pertama. Kali ini giliran Vinícius Júnior mencatatkan namanya di papan skor. Pergerakan cepat dan penyelesaian efektif membuat Brasil masuk ke ruang ganti dengan keunggulan 3-0 dan praktis mengendalikan pertandingan.

Babak kedua berjalan dengan tempo berbeda. Brasil tidak lagi memaksakan intensitas tinggi dan memilih mengontrol permainan sambil menghemat energi. Carlo Ancelotti mulai melakukan rotasi dan memberi menit bermain kepada pemain seperti Endrick dan Gabriel Martinelli. Haiti sempat mendapatkan beberapa momen menyerang tetapi gagal mengubahnya menjadi peluang berbahaya.

Meski skor akhir cukup telak, pertandingan ini tetap memperlihatkan beberapa pekerjaan rumah bagi Brasil. Mereka tampil lebih efisien dibanding laga pertama, tetapi belum sepenuhnya menunjukkan permainan eksplosif yang identik dengan Selecao. Namun untuk konteks fase grup, tiga poin dan clean sheet menjadi modal yang sangat penting menjelang laga penentuan berikutnya.

Kemenangan ini membuat persaingan Grup C semakin menarik. Brasil kini kembali masuk jalur perebutan posisi puncak dan membuka peluang besar menuju fase gugur, sementara Haiti menjadi tim pertama yang dipastikan tersingkir setelah menelan dua kekalahan beruntun.

Ringkasan Pertandingan

Brasil 3–0 Haiti

Pencetak Gol:

Matheus Cunha — Brasil (23)
Matheus Cunha — Brasil (36)
Vinícius Júnior — Brasil (45+3)

Assist:

Vinícius Júnior — Brasil
Raphinha — Brasil

Stadion: Lincoln Financial Field, Philadelphia
Kompetisi: FIFA World Cup 2026 - Group C

Momen Kunci:
Masuknya Matheus Cunha sebagai starter menjadi keputusan paling menentukan dari Carlo Ancelotti. Dua golnya pada babak pertama membuka pertandingan, sementara gol Vinícius Júnior sebelum jeda membuat Brasil dapat mengelola tempo dan mengamankan kemenangan tanpa banyak risiko di babak kedua.

Sumber : Reuters | The Guardian | FIFA | ABC Sport