⚽ World Cup 2026 Portal

📊 Fantasy Hub Captain Picks Differential Picks FDR Rankings
🔥 Differential Pick dengan ownership rendah →

Belgia Ditahan Mesir 1-1: Lukaku Jadi Pembeda, The Pharaohs Gagal Kunci Kemenangan Bersejarah di Piala Dunia 2026

| 3 views

Belgia Ditahan Mesir 1-1: Lukaku Jadi Pembeda, The Pharaohs Gagal Kunci Kemenangan Bersejarah di Piala Dunia 2026
Pertandingan Grup G Piala Dunia 2026 antara Belgia dan Mesir menghadirkan salah satu hasil paling menarik pada pekan pertama turnamen. Di atas kertas Belgia datang sebagai favorit berkat kualitas individu dan pengalaman di level internasional, tetapi di lapangan Mesir menunjukkan bahwa mereka tidak datang hanya untuk bertahan. Hasil akhir 1-1 menjadi gambaran pertandingan yang jauh lebih seimbang dibanding ekspektasi awal.

Bermain di Seattle dalam kondisi cuaca panas yang bahkan memaksa adanya cooling break, Belgia langsung mencoba menguasai bola sejak awal. Namun dominasi penguasaan bola tidak otomatis menghasilkan peluang berbahaya. Mesir justru tampil disiplin, menutup ruang antarlini dan beberapa kali memanfaatkan transisi cepat untuk menyerang balik.

Momen besar pertama hadir pada menit ke-19. Berawal dari situasi ketika struktur pertahanan Belgia tidak cukup rapat, Mohamed Salah melihat ruang dan mengalirkan bola kepada Emam Ashour. Gelandang Mesir itu melepaskan tembakan keras yang menaklukkan Thibaut Courtois dan membawa Mesir unggul 1-0. Gol tersebut menjadi gol internasional pertama Ashour untuk negaranya sekaligus memberi Mesir keunggulan langka di panggung Piala Dunia.

Setelah tertinggal, Belgia terlihat belum menemukan ritme. Kevin De Bruyne tetap menjadi pusat kreativitas, sementara Jérémy Doku berusaha membuka ruang lewat duel satu lawan satu. Namun Mesir bermain sangat disiplin dan bahkan beberapa kali memiliki peluang untuk memperbesar keunggulan melalui Mohamed Salah dan Omar Marmoush. Pada fase ini, Mesir terlihat lebih berbahaya meski tidak menguasai bola.

Perubahan pertandingan datang dari bangku cadangan. Pada menit ke-66, pelatih Belgia memasukkan Romelu Lukaku yang belum berada pada kondisi penuh. Dampaknya terjadi hampir seketika. Hanya sekitar dua puluh detik setelah masuk, kehadiran Lukaku memaksa pertahanan Mesir melakukan kesalahan. Umpan Thomas Meunier diarahkan ke area berbahaya dan Mohamed Hany secara tidak sengaja membelokkan bola ke gawang sendiri. Skor berubah menjadi 1-1.

Gol tersebut mengubah dinamika pertandingan secara total. Belgia menjadi lebih agresif dan mulai menekan lebih tinggi, sementara Mesir harus bertahan lebih dalam dibanding sebelumnya. Lukaku sempat menciptakan ancaman tambahan, sedangkan De Bruyne hampir mencetak gol kemenangan melalui bola mati dan percobaan dari luar kotak penalti.

Meski demikian, Mesir tidak kehilangan keberanian. Mereka tetap mencari celah lewat serangan cepat dan bahkan sempat memiliki klaim penalti pada fase akhir pertandingan yang tidak dikabulkan setelah pemeriksaan. Momen itu memicu reaksi emosional dari kubu Mesir yang merasa mereka lebih dekat kepada kemenangan dibanding hasil imbang.

Dari sisi psikologis, hasil ini terasa sangat berbeda bagi kedua tim. Belgia terselamatkan dari kekalahan dan mendapat pengingat bahwa mereka masih memiliki pekerjaan besar dalam membangun identitas baru pasca era generasi emas. Di sisi lain, Mesir boleh kecewa karena gagal mempertahankan keunggulan, tetapi performa mereka memberi sinyal bahwa peluang lolos dari Grup G tetap terbuka lebar.

Secara keseluruhan, pertandingan ini menjadi contoh bagaimana satu pergantian pemain bisa mengubah narasi pertandingan. Mesir tampil lebih terorganisasi dan hampir menciptakan sejarah, tetapi Belgia memiliki satu elemen yang belum dimiliki lawannya pada malam itu: kemampuan mengubah momentum dalam satu sentuhan.

Ringkasan Pertandingan

Belgia 1–1 Mesir

Pencetak Gol:

Emam Ashour — Mesir (19)
Mohamed Hany (gol bunuh diri) — Belgia (66)

Stadion: Lumen Field, Seattle
Kompetisi: FIFA World Cup 2026 – Grup G

Momen Kunci: Masuknya Romelu Lukaku pada menit ke-66 langsung mengubah pertandingan. Dalam hitungan detik, tekanan yang ia berikan memicu gol bunuh diri Mohamed Hany dan menyelamatkan Belgia dari kekalahan pada laga pembuka Grup G. Mesir sempat sangat dekat meraih kemenangan Piala Dunia pertama mereka sebelum harus puas berbagi poin.

Sumber : reuters.com, skysports.com, nypost.com. theguardian.com, sportsmole.co.uk vavel.com