⚽ World Cup 2026 Portal

📊 Fantasy Hub Captain Picks Differential Picks FDR Rankings
📊 Fantasy Insight: Captain terbaik Matchday ini? →

Belanda vs Jepang 2-2: Samurai Blue Curi Poin Dramatis, Oranje Gagal Menutup Laga di Piala Dunia 2026

| 7 views

Belanda vs Jepang 2-2: Samurai Blue Curi Poin Dramatis, Oranje Gagal Menutup Laga di Piala Dunia 2026
Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026 antara Belanda dan Jepang menghadirkan salah satu laga paling menarik sejauh turnamen berjalan. Bermain di AT&T Stadium, Arlington, kedua tim datang dengan ekspektasi tinggi sebagai kandidat utama untuk memperebutkan posisi teratas grup yang juga dihuni Swedia dan Tunisia. Atmosfer pertandingan sejak awal sudah menunjukkan bahwa duel ini tidak akan berjalan satu arah.

Babak pertama berlangsung sangat taktis. Belanda mencoba mengontrol ritme melalui sirkulasi bola dari lini tengah yang dipimpin Frenkie de Jong dan Tijjani Reijnders, sementara Jepang tampil disiplin dengan pressing tinggi dan perpindahan posisi yang agresif. Meski penguasaan bola beberapa kali berganti, peluang bersih relatif terbatas karena kedua tim sama-sama menjaga struktur pertahanan dengan baik. Zion Suzuki menjadi salah satu figur penting dengan beberapa intervensi yang menjaga Jepang tetap hidup sebelum turun minum.

Kebuntuan akhirnya pecah di awal babak kedua. Pada menit ke-51, Virgil van Dijk memanfaatkan situasi bola mati dan mencetak gol pembuka untuk membawa Belanda unggul 1-0. Momentum terlihat berpihak kepada Oranje karena mereka mulai lebih nyaman menguasai permainan dan memaksa Jepang bertahan lebih dalam.

Namun Jepang kembali menunjukkan karakter yang dalam beberapa tahun terakhir membuat mereka disegani. Hanya enam menit berselang, Keito Nakamura menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui penyelesaian yang berubah arah dan mengejutkan lini belakang Belanda. Gol tersebut mengubah arah pertandingan dan membuat tempo permainan meningkat drastis.

Belanda kembali menemukan jawaban pada menit ke-64. Crysencio Summerville, yang mendapat kepercayaan tampil sejak awal, melepaskan tembakan melengkung yang membawa Oranje kembali unggul 2-1. Gol itu tampak cukup untuk mengamankan tiga poin dan memulihkan kontrol pertandingan. Pelatih Ronald Koeman kemudian mulai mengubah pendekatan dengan memasukkan pemain yang lebih defensif untuk menjaga keunggulan.

Keputusan tersebut justru membuka ruang bagi Jepang untuk semakin berani menyerang. Samurai Blue meningkatkan intensitas pressing dan mulai mengirim lebih banyak pemain ke area akhir. Dalam fase ini, Jepang tampil lebih progresif dan membuat Belanda tidak lagi nyaman membangun serangan dari belakang. Komunitas penonton dan pengamat banyak menilai perubahan ritme ini sebagai titik balik pertandingan.

Drama terjadi menjelang akhir pertandingan. Pada menit ke-88, Jepang berhasil mencetak gol penyama melalui situasi yang berakhir dengan bola mengenai Daichi Kamada dan masuk ke gawang. Gol tersebut mengubah skor menjadi 2-2 dan memicu selebrasi besar dari kubu Jepang, sementara para pemain Belanda terlihat frustrasi karena kembali kehilangan keunggulan.

Hasil ini membuat persaingan Grup F langsung terbuka sejak pertandingan pertama. Belanda masih menunjukkan kualitas menyerang dan kemampuan mengontrol laga, tetapi gagal menjaga konsentrasi di momen penting. Jepang kembali memperlihatkan identitas mereka sebagai tim yang disiplin, cepat beradaptasi, dan semakin nyaman menghadapi negara-negara besar di turnamen internasional. Jika performa ini berlanjut, kedua tim tetap memiliki peluang besar melangkah ke fase gugur.

Ringkasan Pertandingan

Belanda 2–2 Jepang

Pencetak Gol:

Virgil van Dijk — Belanda (51)
Keito Nakamura — Jepang (57)
Crysencio Summerville — Belanda (64)
Daichi Kamada — Jepang (88)

Stadion: AT&T Stadium, Arlington, Texas
Kompetisi: FIFA World Cup 2026 – Grup F
Momen Kunci: Belanda dua kali unggul melalui Van Dijk dan Summerville, tetapi Jepang tidak menyerah dan terus menekan hingga mencetak gol penyama di akhir pertandingan. Intensitas babak kedua dan respons taktis kedua pelatih menjadikan laga ini salah satu pertandingan terbaik pada fase awal turnamen.

Sumber : beinsport.com, thesuns.co.uk, nypost.com. theguardian.com, theanalyst.com rededit.com